KEUTAMAAN MAJLIS DZIKIR DAN SHOLAWAT
Mendatangi majelis-majelis ilmu, bersholawat dan berzikir untuk mempertebal kecintaan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya termasuk dalam golongan yang menyeru kepada kebaikan.
Melalui majelis-majelis Ilmu, seorang hamba bisa memperoleh banyak keberkahan dan kebaikan dan pahala berlipat ganda. Selain pahala menuntut ilmu, seseorang yang datang ke majelis ilmu juga memperoleh pahala bersholawat, berdzikir, beriktikaf, hingga bekesempatan memperoleh pahala bersilaturahim dengan sesama Muslim.
“Terlebih, seorang hamba akan mendapatkan pahala dan keberkahan berlipat bila mengajak sesama Muslim lainnya datang ke majelis-majelis ilmu,”
mengajak kebaikan. Ini kaum tidak merusak orang yang duduk dengan mereka, bahkan memberikan kebaikan. Shalat dan puasa kita masih menggantung, kalau riya ditolak Allah SWT. Tapi sholawat kepada Nabi Muhammad SAW tidak akan ditolak
Dalam kitab Ma Dza Fi Sya’ban, Sayyid Muhammad bin Abbas al-Maliki mengutip perkataan Ibn al-Jauzi dalam kitabnya al-Bustan mengenai keutamaan bershalawat kepada Nabi Saw dalam suatu majelis ini.
Ibn al-Jauzi berkata,”Jika suatu majelis di mana di sana tidak dibaca shalawat atas Nabi Saw para hadirin yang bubar dari sana meninggalkan bau lebih busuk daripada bangkai, maka tidak diragukan lagi bahwa orang-orang yang bershalawat dalam majelisnya mereka bubar dengan meninggalkan bau lebih wangi daripada lemari penjual minyak wangi. Ini karena Nabi Saw adalah yang terwangi di antara yang wangi, yang tersuci di antara yang suci. Jika Nabi Saw bersabda maka majelis penuh dengan bau misik.
Begitu pula majelis yang di dalamnya Nabi Saw disebut, tentu akan menebar dari sana bau wangi yang menembus tujuh langit hingga sampai ke ‘Arasy dan baunya akan akan dirasakan oleh seluruh makhluk Allah selain manusia dan jin. Sebab jika mereka, manusia dan jin, merasakan bau itu maka mereka terlena dengan kelezatannya hingga melupakan penghidupannya.
Tiada malaikat atau siapapun makhluk Allah yang merasakan bau itu kecuali memohonkan ampunan untuk orang yang hadir dalam dalam majelis dan ditulis untuk mereka kebaikan sebanyak makhluk itu seluruhnya, diangkat derajat mereka sebanyak jumlah makhluk tersebut baik hanya seorang dalam majelis atau seratus ribu orang. Setiap orang mengambil pahala sebanyak bilangan makhluk itu dan di sisi Allah lebih banyak lagi”.
Ketika hendak meninggalkan suatu majelis, dianjurkan pula untuk membaca shalawat kepada Nabi Saw. Hal ini sebagaimana telah dicontohkan oleh Sufyan bin Sa’id. Dari Utsman bin Umar, beliau mengatakan:
سَمِعْتُ سُفْيَان بن سَعِيد مَا لاَ اُحْصِيْ إِذَا اَرَادَ القِيَامَ يَقُوْلُ صَلَّى اللهُ وَمَلاَئِكُتُهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيَاءِ اللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ
“Aku mendengar Sufyan bin Sa’id berkali-kali sampai tidak bisa kuhitung, setiap beliau hendak meninggalkan majelis, beliau membaca: “Semoga shalawat Allah dan para malaikatnya tercurah untuk Muhammad dan kepada para nabi Allah dan malaikatnya.”
Demikian sebagian anjuran ketika berkumpul dan meninggalkan suatu majelis, yaitu bershalawat kepada Nabi Saw. Dan kita jangan sampai bosan bershalawat kepada Nabi Saw, karena Allah tidak akan bosan mencurahkan rahmat-Nya sampai kita sendiri yang bosan dengan meninggalkan membaca shalawat kepada Nabi Saw.
Maerilah kita meningkatkan rasa kecintaan kepada Rasulullah SAW, sebab seseorang yang mencintai Rasulullah SAW dan senantiasa berhalawat akan dipenuhi segala hajat dan kebutuhannya oleh Allah SWT.
“Ajak orang yang tidak kenal kepada Nabi Muhammad SAW, dia kenal Nabi Muhammad SAW cuma utusan Allah SWT, dia ngga tahu Nabi Muhammad SAW itu manusia bukan sembarangan manusia, manusia yang akan menolong para nabi para rasul apalagi kita orang yang berdosa, yang berharap berjumpa dengan Nabi SAW.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ۞ الفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ ۞ وَالخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ ۞ نَاصِرِ الحَقِّ بِالحَقِّ ۞ وَالهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ المُسْتَقِيمِ ۞ وَعَلَى آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ
وَمِقْدَارِهِ العَظِيمِ

Komentar
Posting Komentar