Kisah Nabi Muhammad Membelah Bulan
Di antara mukjizat luar biasa Nabi Muhammad yang terjadi pada bulan Sya’ban dan dikenang sepanjang zaman adalah peristiwa terbelahnya Bulan. Habib Abu Bakar al-Adni dalam kitab an-Nafhah al-Rabbaniyah fi Khashâis asy-Sya’baniyah menjelaskan dengan bentuk syair,
(انشقاق القمر في نصف شهر شعبان)
في النصف من شعبان والبدر استوى # مكتملا في أفقه متقدا
دار الحديث في نواحي مكة # بين الرسول وقريش بكدا
يدعهم للحق كيما ينقذوا # أنفسهم من شر شرك بددا
فاشترطوا من أجل هذا أن يروا # بالعين شق البدر فانشق ابتدا
معجزة للمصطفى في قومه # جائت بها الأيات فاقرأ تسعدا
(Terbelahnya Bulan pada Pertengahan Sya’ban)
“Pada pertengahan bulan Sya’ban, ketika rembulan ada di posisi Istiwa, dengan kesempurnaan cahayanya di ufuk
Terjadilah perbincangan di sudut kota Makkah, antara Rasulullah dan kaum Quraisy”
Rasulullah mengajak mereka (kaum Quraisy) pada kebenaran, agar diri mereka bisa lepas dari jeleknya kesyirikan
(Dengan ajakan ini) mereka memberikan syarat berupa bisa melihat terbelahnya Bulan, kemudian bulan terbelah dengan jelas
Mukjizat nabi yang terpilih pada kaumnya, terdapat dalam Al-Qur’an ayat tentang peristiwa tersebut, maka bacalah agar engkau selamat”
Tentang rembulan yang terbelah yang merupakan salah satu mukjizat Nabi Muhammad SAW, kisahnya secara kronologis adalah sebagaimana berikut ini.
Setelah Abu Jahal dan gerombolannya merasa tidak mampu menghadapi Nabi Muhammad Saw, sementara matahari syari'at beliau makin tinggi dan orang-orang makin banyak yang beriman kepadanya, maka si gembong kafir itu lalu mengirim surat kepada Raja Syiria, Habib bin Malik, yang isinya sebagaimana berikut ini.
"Amma ba'du. Hendaknya diketahui oleh Sang Raja bahwa telah muncul di antara kita seorang tukang sihir yang sekaligus pembohong. Dia hanya mengakui satu Tuhan dan satu agama. Dia mencaci tuhan-tuhan kami. Setiap kali kami menghadapinya dengan berbagai argumentasi, selalu saja dia mengalahkan berbagai argumentasi kami. Hari ini agamamu dan agama leluhurmu telah lemah. Temuilah dia sebelum agamanya makin tersebar luas ke mana-mana."
Merespons surat Abu Jahal itu, Habib bin Malik langsung berangkat ke Mekkah bersama dengan dua belas penunggang kuda. Sampai di al-Abthah, Sang Raja dan rombongan berhenti. Abu Jahal dan para pembesar Mekkah langsung menyambutnya dengan berbagai hadiah. Habib bin Malik bertanya kepada Abu Jahal tentang Nabi Muhammad SAW: "Tuan, tanyakan saja langsung kepada Bani Hasyim," jawab si gembong kafir.
Orang-orang Bani Hasyim yang hadir di situ langsung memberikan jawaban: "Kami mengenal Muhammad sebagai orang yang jujur di waktu kecil. Setelah umurnya mencapai 40 tahun, dia lalu mencaci tuhan-tuhan kami dan menyebarkan agama yang bukan merupakan agama leluhur kami."
"Bawa dia ke mari," perintah Sang Raja, "kalau mau. Kalau tidak mau, paksa saja." Mereka minta seseorang yang mau memanggilnya.
Abu Bakar yang kemudian bersedia mendatangi Rasulullah SAW dengan membawa pakaian merah dan surban hitam. Keduanya lantas dipakai oleh Sang Nabi, menuju kepada mereka yang sedang menunggu di al-Abthah. Abu Bakar berada di sebelah kanan beliau, sedang Khadijah berada di belakangnya.
Ketika Habib bin Malik melihat Nabi Muhammad SAW, raja itu berdiri dalam rangka memuliakan beliau. Ketika Sang Nabi SAW duduk dan cahaya berkilau-kilau di wajahnya, mereka semua diam dan dirundung rasa takut. Kemudian terjadilah dialog antara Raja Syiria dengan Sang Nabi SAW sebagaimana berikut ini:
+: "Muhammad, engkau tahu bahwa semua nabi itu memiliki mukjizat, apakah kau punya mukjizat?"
-: "Apa yang kau inginkan?"
+: "Aku ingin matahari terbenam sekarang. Lalu muncul rembulan. Kau turunkan rembulan itu ke bumi, terus kau belah menjadi dua. Lalu rembulan itu menyatu kembali, naik lagi ke langit dengan terang-benderang."
-: "Apakah kau akan beriman kepadaku jika permintaanmu itu aku penuhi?"
+: "Ya, tapi juga dengan syarat kau beri tahu apa yang ada di hatiku."
Nabi Muhammad SAW lalu naik ke Gunung Abi Qubis. Di sana beliau shalat dua raka'at dan berdoa kepada Tuhannya. Malaikat Jibril turun menjumpai beliau dan berkata: "Sesungguhnya Allah Ta'ala menundukkan matahari, rembulan, siang, dan malam untukmu. Dan Habib bin Malik memiliki seorang putri yang lumpuh, tidak punya kedua tangan, tidak punya kedua kaki, tidak punya kedua mata. Sekarang Allah Ta'ala telah mengembalikan anggota-anggota tubuh itu pada putri Sang Raja."
Nabi Muhammad SAW turun dari Gunung Abi Qubis. Malaikat Jibril berada di angkasa. Para malaikat berbaris. Sang Nabi SAW menunjuk matahari dengan jarinya. Matahari berlari ke arah barat, lalu terbenam. Malam jadi kelam. Purnama muncul dengan terang-benderang. Sang Nabi SAW menunjuknya dengan jari, rembulan itu pun bergerak menuju bumi. Lalu terbelah menjadi dua. Kemudian menyatu, dan terbang lagi. Pun, matahari. Kembali sebagaimana semula.
Menyaksikan keajaiban itu, pikiran dan perasaan semua yang hadir terguncang. Sungguh, ini bukan mimpi, melainkan sebuah kejadian yang nyata! Sebuah mukjizat luar biasa hebat yang disaksikan sendiri oleh Raja Habib bin Malik.
Ia menyadari, itu tak mungkin terjadi pada manusia biasa, meski ia lihat dalam ilmu sihir sekalipun. Namun, hati Raja Habib masih beku.Maka ia pun berkata: "Aku masih mempunyai syarat lagi untuk mengujimu."
Belum lagi Raja Habib sempat melanjutkan ucapannya, Rasulullah صلى الله عليه وسلم memotong pembicaraan: "Engkau mempunyai putri yang tidak sempurna, bukan? Sekarang, Allah telah menyembuhkannya dan menjadikannya seorang putri yang sempurna."
Raja Habib pun terkejut karena tidak ada siapapun yang tahu penyakitanaknya itu yaitu lumpuh dan matanya buta kecuali orang-orang istana dan mereka yang dekat dengannya saja.
Mendengar itu, betapa gembiranya hati Raja Habib. Spontan ia pun berdiri dan berseru, "Hai penduduk Makkah! Kalian yang telah beriman jangan kembali kafir, karena tidak ada lagi yang perlu diragukan. Ketahuilah, sesungguhnya aku bersaksi, tiada Tuhan selain Allah dan tiada sekutu baginya; dan aku bersaksi sesungguhnya Muhammad adalah Utusan dan hamba-Nya!"
Abu Jahal Jengkel
Melihat semua itu Abu Jahal jengkel dan marah. Dengan emosi dia berkata kepada Raja Habib: "Wahai! Raja Habib engkau beriman kepada tukang sihir ini, hanya karena menyaksikan kehebatan sihirnya?"
Namun Raja Habib tidak menghiraukannya dan berkemas untuk pulang. Sampai di pintu gerbang istana, putrinya yang sudah sempurna, menyambutnya sambil mengucapkan dua kalimat syahadat.
Tentu saja Raja Habib terkejut. "Wahai putriku, darimana kamu mengetahui ucapan itu? Siapa yang mengajarimu?"
"Aku bermimpi didatangi seorang lelaki tampan rupawan yang memberi tahu ayah telah memeluk Islam. Dia juga berkata, jika aku menjadi muslimah, anggota tubuhku akan lengkap. Tentu saja aku mau, kemudian aku mengucapkan dua kalimat sahadat," jawab sang putri.
Maka seketika itu juga Raja Habib pun bersujudlah sebagai tanda syukur kepada Allah.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ۞ الفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ ۞ وَالخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ ۞ نَاصِرِ الحَقِّ بِالحَقِّ ۞ وَالهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ المُسْتَقِيمِ ۞ وَعَلَى آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيمِ
Komentar
Posting Komentar